Jakarta, CNBC Indonesia – Pasukan Israel masih terus membombardir Gaza, meski dalam perayaan Idul Fitri. Serangan udara yang dilancarkan pada Rabu (10/4) waktu setempat turut menewaskan 3 anak pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh.

Beberapa cucunya juga menjadi korban dalam serangan pasukan Israel tepat pada Hari Raya Idul Fitri. Dalam keterangannya, Haniyeh mengatakan anak-cucunya sedang mengunjungi saudara dan kerabat di kamp pengungsian Al-Shati di sebelah utara Gaza, dikutip dari Aljazeera, Kamis (11/2024).

Ketiga putra Haniyeh masing-masing adalah Hazem, Amir, dan Mohammad. Mereka tewas saat mobil yang dikendarai dibom oleh jet tempur Israel.

Dua cucu Haniyeh turut tewas dalam insiden berdarah itu. Lalu satu cucu lainnya terluka.

Haniyeh mengatakan Israel ingin membalas dendam dengan niat pembunuhan dan pertumbahan darah. Ia mengecam perbuatan Israel yang tak mematuhi hukum apa pun.

Lebih lanjut, Haniyeh mengungkap sebanyak 60 anggota keluarganya telah terbunuh sejak agresi Israel ke Gaza pada Oktober 2023 lalu.

Serangan brutal Israel terjadi di tengah pembicaraan gencatan senjata dengan kelompok Hamas di Kairo, Mesir. Haniyeh mengatakan ia tak akan gentar dalam perundingan tersebut.

“Darah anak-anak saya tidak lebih berharga ketimbang darah rakyat kami. Semua korban martir di Palestina adalah anak-anak saya,” kata Haniyeh.

Ia mengatakan Hamas tak akan menyerah menekan Israel untuk melakukan genjatan senjata permanen, mengembalikan warga Palestina yang terlantar ke rumah mereka, serta membebaskan tahanan Palestina.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Video: Hamas Buka Opsi Berdamai Dengan Israel


(fab/fab)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *