Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa Bawean sudah terjadi 477 kali dalam 10 hari terakhir. Kekuatan gempa berbeda-beda, mulai dari M2,5 sampai M6,5.

Berdasarkan data BMKG yang dikutip CNBC Indonesia, Kamis (4/4/2024), gempa Bawean yang pertama pada 22 Maret 2024, memiliki kekuatan M 5,9 dengan kedalaman 10 km. Kejadian pukul 11:22 WIB itu terjadi dengan episenter 574 LS-112.32 BT dan berada di laut 37 km arah barat Pulau Bawean.

Sekitar tiga setengah jam kemudian atau tepatnya 15:52 WIB gempa kedua terjadi. Kali ini kekuatannya M 6,2 dengan kedalaman 12 km dan episenter 5,92 LS – 112,35 BT. Lokasinya berada di laut 35 km arah barat Pulau Bawean.




Jumlah serangkaian gempa Bawean dan peta sebaran gempa bawean terbaru pada (4/4/2024). (Dok. BMKG)Foto: Jumlah serangkaian gempa Bawean dan peta sebaran gempa bawean terbaru pada (4/4/2024). (Dok. BMKG)

Pada hari yang sama, gempa terjadi sebanyak 117 kali dengan kekuatan berbeda-beda. Hari berikutnya, gempa terjadi 87 kali dan terus turun hingga kemarin.




Jumlah serangkaian gempa Bawean dan peta sebaran gempa bawean terbaru pada (4/4/2024). (Dok. BMKG)Foto: Jumlah serangkaian gempa Bawean dan peta sebaran gempa bawean terbaru pada (4/4/2024). (Dok. BMKG)

Sebelumnya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan kejadian gempa dengan mekanisme pergerakan geser atau mendatar itu (strike-slip fault) juga membuatnya kaget.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter, dua gempa bumi yang terjadi jenis kerak dangkal atau kita kenal shallow crust earth quake akibat aktivitas sesar aktif di dasar Laut Jawa,” ujar Daryono.

“Tentu saja ini sebuah kejadian luar biasa. Di mana, sesarnya belum terpetakan dengan kredibel,” imbuhnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Analisis Kepala BMKG Soal Gempa M4,6 yang Guncang Sukabumi


(mij/mij)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *