Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah serangan udara Israel menewaskan enam pekerja bantuan internasional yang tergabung dalam badan amal World Central Kitchen (WCK), serta supir mereka yang berasal dari Palestina pada Senin (1/4/2024) malam waktu setempat.

Rekaman menunjukkan mayat-mayat di sebuah rumah sakit di kota Deir al-Balah, Gaza tengah. Beberapa dari mereka mengenakan alat pelindung diri dengan logo badan amal tersebut.

Menurut catatan rumah sakit, mereka yang tewas termasuk tiga warga Inggris, satu warga Australia, satu warga Polandia, dan seorang warga negara ganda Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

Anggota dewan WCK Robert Egger dan media melaporkan bahwa warga Australia yang tewas dalam serangan Senin malam bernama Zomi Frankcom dan berusia 44 tahun dari Melbourne.

Badan amal makanan yang didirikan oleh koki selebriti José Andrés mengatakan pihaknya segera menghentikan operasinya di wilayah tersebut. Serangan tersebut menandai potensi kemunduran besar terhadap upaya pengiriman bantuan melalui laut karena Israel sangat membatasi akses ke Gaza utara.

“Tim WCK melakukan perjalanan di zona bebas konflik dengan dua mobil lapis baja berlogo WCK dan sebuah kendaraan berbahan kulit lembut,” kata badan amal tersebut dalam sebuah pernyataan pada Selasa (2/4/2024), seperti dikutip Associated Press.

“Meskipun melakukan koordinasi gerakan dengan (tentara Israel), konvoi tersebut diserang saat meninggalkan gudang Deir al-Balah, tempat tim tersebut menurunkan lebih dari 100 ton bantuan makanan kemanusiaan yang dibawa ke Gaza melalui jalur laut.”

CEO WCK Erin Gore mengatakan “ini bukan hanya serangan terhadap WCK, ini adalah serangan terhadap organisasi kemanusiaan yang muncul dalam situasi paling mengerikan di mana makanan digunakan sebagai senjata perang. Ini tidak bisa dimaafkan.”

UNRWA mengatakan dalam laporan terbarunya bahwa 173 pekerjanya tewas di Gaza. Angka tersebut belum termasuk pekerja untuk organisasi bantuan lainnya.

Jenazah para pekerja bantuan telah dibawa ke sebuah rumah sakit di kota selatan Rafah di perbatasan Mesir. Jenazah warga asing tersebut akan dievakuasi keluar Gaza dan jenazah pengemudi asal Palestina tersebut akan diserahkan kepada keluarganya di Rafah untuk dimakamkan.

Sebelumnya tiga kapal bantuan dari negara kepulauan Mediterania, Siprus, tiba pada Senin pagi dengan membawa sekitar 400 ton makanan dan perbekalan yang diorganisir oleh WCK dan Uni Emirat Arab (UEA). Militer Israel terlibat dalam mengoordinasikan kedua pengiriman tersebut.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Perang Gaza Belum Kelar! Korban Tewas Hampir 29.000, PBB ke Mana?


(luc/luc)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *